Banyuwangi (06/1/2026), Tim dosen dari Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung, Ketua Prodi S2 Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Dr. Moh. Harun Al Rosid, M.Pd.I. dan Dosen Tetap S1 Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Lutfi Wakhid, M.Pd.I. melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui workshop inovatif bagi guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. tema workshop adalah "Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Pembelajaran Berbasis Ekoteologi: Integrasi Ekoteologi dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Deep Learning". Kegiatan ini berfokus pada bagaimana proses mengintegrasikan nilai-nilai ekoteologi ke dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan pendekatan Deep Learning pada seluruh perangkat pembelajaran guru MI. Program ini terselenggara berkat bantuan Program Bantuan Pemberdayaan KKG Pokjawas Tahun Anggaran 2025 dari Kementerian Agama Republik Indonesia yang diterima oleh Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKG MI) Kecamatan Tegalsari, bertujuan untuk meningkatkan kualitas kompetensi pedagogik tenaga pendidik di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah.
Potret Panitia Workshop, Pejabat Kemenag Bwi, Ketua KKG, Ketua KKM, Tim PKM dan Pengawas dalam acara workshopAcara ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, S.Ag., MM. Turut hadir dalam acara tersebut PLT (Pejabat Pelaksana Tugas) Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Banyuwangi, Fakhrurrazi, S.Pd.I, M.Pd., Ketua Ketua Kelompok Kerja Madrasah Madrasah Ibtidaiyah (KKM MI) Kecamatan Tegalsari, Afandi, S.Pd.I., Ketua Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKG MI) Kecamatan Tegalsari, Ahmad Syaekhoni, M.Pd.I., Kepala MI Miftahul Hidayah, H. Fatkurroji, S.Pd.I., Pengawas Bina MI Kecamatan Tegalsari Hj. ST Muanifah, S.Pd.I., M.Pd.I dan H. Khairul Alamin, S.Pd.I., dan 30 peserta perwakilan dari Guru MI se Kecamatan Tegalsari. Acara ini laksanakan pada hari Selasa, 6 Januari 2026 pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 15.30 WIB bertempat di Aula MI Miftahul Hidayah Tegalsari.
Dari kiri: potret PLT Kasi Penma Kemenag Banyuwangi Fakhrurrazi, S.Pd.I, M.Pd., Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi, Dr. H. Chaironi Hidayat, S.Ag., MM. dan Ketua Prodi S2 MPI/ Ketua Tim PKM Dr. Moh. Harun Al Rosid, M.Pd.I.
Kepala Kantor Kementerian Agama Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, S.Ag., MM. memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi strategis antara dosen UIMSYA Blokagung dengan Kelompok Kerja Guru (KKG) MI di Kecamatan Tegalsari. Beliau menyampaikan bahwa sinergi ini merupakan bentuk nyata optimalisasi Program Bantuan Pemberdayaan KKG Pokjawas TA 2025. Menurutnya, inisiatif ketua panitia pelaksana Ahmad Syaekhoni, M.Pd.I dan dosen UIMSYA dalam mengintegrasikan ekoteologi ke dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui pendekatan Deep Learning adalah langkah visioner untuk menjawab tantangan zaman dalam dunia pendidikan madrasah.
"Kami sangat mendukung penuh langkah Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) MI di Kecamatan Tegalsari dan para akademisi dari UIMSYA Blokagung yang turun langsung ke lapangan untuk memperkuat kompetensi guru-guru kita. Program bantuan dari Kemenag RI ini memang dirancang agar KKG menjadi wadah inovasi, dan hari ini kita melihat bagaimana nilai-nilai ketuhanan dan pelestarian alam disatukan dalam metode pembelajaran yang menyentuh hati atau deep learning," ujar Kepala Kemenag dalam sambutannya. Beliau menekankan bahwa guru MI memiliki peran krusial dalam membentuk ideologi lingkungan pada anak usia dini.
Dalam sesi workshop, para peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya menyisipkan kesadaran lingkungan (ekoteologi) dalam proses pembelajaran di kelas. Pendekatan KBC Deep Learning menekankan pada aspek emosional dan spiritual siswa, sehingga edukasi mengenai kelestarian alam tidak hanya menjadi teori, tetapi tumbuh sebagai bentuk cinta kepada ciptaan Tuhan. Dosen UIMSYA memberikan simulasi bagaimana menyusun perangkat pembelajaran yang mampu menggugah nalar kritis sekaligus empati siswa terhadap isu-isu lingkungan di sekitar mereka.
Ketua tim pengabdian Dr. Moh. Harun Al Rosid, M.Pd.I. mengungkapkan: “pemilihan tema ekoteologi program prioritas Kemenag R.I. dan sangat relevan dengan tantangan global saat ini, di mana pendidikan karakter harus menjadi benteng utama dalam menjaga kelestarian ekosistem. Dengan melibatkan KKG (Kelompok Kerja Guru) MI se kecamatan Tegalsari, diharapkan terjadi percepatan transformasi kurikulum yang lebih ramah lingkungan dan humanis. Program bantuan dari Kemenag RI ini dipandang sebagai momentum strategis bagi para guru untuk melakukan inovasi metode mengajar yang lebih mendalam (Deep Learning) dan menyentuh hati. Selain itu juga pentingnya 6 tema cinta dalam KBC, yakni: Cinta kepada Allah Swt. (Hubbullah), Cinta kepada Rasulullah saw. (Hubburrasul), Cinta kepada Diri Sendiri (Hubbunnafs), Cinta kepada Sesama (Hubbunnaas), Cinta kepada Lingkungan (Hubbulbiah), Cinta kepada Bangsa dan Negara (Hubbul wathan wal bilad) harus kita tanamkan kepada anak sejak dini”. ujar Ketua Tim PKM.
Potret antusias peserta menyimak materi dalam acara workshop
Kegiatan yang berlangsung di MI Miftahul Hidayah Tegalsari Banyuwangi ini mendapat antusiasme tinggi dari para guru MI yang hadir. Mereka menilai bahwa integrasi ekoteologi dalam skema KBC memberikan warna baru dalam kurikulum Madrasah Ibtidaiyah, karena program ini baru pertama dilakukan di MI di Banyuwangi. Sebagai tindak lanjut, diharapkan hasil workshop ini dapat segera diimplementasikan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran di masing-masing madrasah, sehingga generasi mendatang memiliki karakter yang kuat dalam menjaga keseimbangan alam berdasarkan nilai-nilai religius.

.jpeg)

