LAMONGAN, (15/08/2026) Forum Prodi Manajemen Pendidikan Islam (FPMPI) Kopertais Wilayah IV Jawa Timur secara resmi mengukuhkan jajaran kepengurusan baru dalam agenda reformasi organisasi yang berlangsung khidmat di Universitas Sunan Drajat (UNSUDA) Lamongan, Jawa Timur. Melalui proses musyawarah dan mufakat yang dihadiri oleh jajaran akademisi serta perwakilan pengelola program studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam swasta se-Jawa Timur, momentum ini menjadi titik balik penting dalam memperkuat sinergi tata kelola pendidikan Islam. Penetapan struktur kepemimpinan baru ini diharapkan mampu menjawab tantangan modernisasi pendidikan, digitalisasi akademi, hingga peningkatan mutu kelembagaan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Potret pengurus FPMPI 2026-2030, dari kiri Dr. Ismatul Izzah, M.Pd.I., Dr. H. Harun Al Rosid, M.Pd.I., Dr. Zaedun Naim, M.Pd.I. dan Dr. Khoirotul Izzah, M.Pd.I.
Dalam pembacaan hasil keputusan musyawarah FPMPI Kopertais Wilayah IV Jawa Timur tersebut, menetapkan Dr. H. Moh. Harun Al Rosid, M.Pd.I. dari Universitas KH Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Banyuwangi sebagai Ketua FPMPI. Sementara itu, posisi Wakil Ketua FPMPI dipercayakan kepada Dr. Ismatul Izzah, M.Pd.I. dari Universitas Zainul Hasan (UNZAH) Genggong Probolinggo. Untuk memperkuat roda administrasi dan operasional forum, posisi Sekretaris FPMPI diserahkan kepada Dr. Zaedun Naim, M.Pd.I. dari IAI Al Hikam Malang, sedangkan posisi Bendahara FPMPI diamanahkan kepada Dr. Khoirotul Izzah, M.Pd.I. dari Institut Agama Islam Faqih Asy'ari (IAIFA) Kediri. Kolaborasi tokoh-tokoh akademisi dari berbagai penjuru Jawa Timur ini diyakini membawa energi baru dalam menghadirkan kepemimpinan yang inklusif, responsif, dan visioner.
Proses reformasi pengurus ini diselenggarakan atas dorongan kebutuhan mendesak untuk merespons dinamika regulasi perguruan tinggi yang kian dinamis. FPMPI Kopertais Wilayah IV Jawa Timur memiliki tanggung jawab strategis dalam mendampingi prodi-prodi MPI di wilayah Jawa Timur, mulai dari penjaminan mutu internal, akselerasi akreditasi menuju peringkat Unggul, peningkatan kualifikasi dosen, hingga pengembangan kurikulum OBE yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja era digital. Dengan kepengurusan yang baru dilantik, forum ini diproyeksikan mampu menjadi wadah kolaborasi antar-kampus dalam memfasilitasi riset kolaboratif, pengabdian masyarakat berbasis keumatan, serta pertukaran mahasiswa dan dosen.
"Fokus utama kami melingkupi memperkuat kerjasama antar prodi MPI, penguatan penjaminan mutu prodi MPI, akselerasi akreditasi menuju peringkat Unggul, peningkatan kualifikasi akademik para dosen MPI, hingga restrukturisasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang adaptif terhadap tuntutan dunia kerja di era digital," ujar Ketua FPMPI terpilih Moh. Harun Al Rosid.
Pelaksanaan perhelatan strategis ini berjalan dengan sukses melalui serangkaian sidang pleno dan Focus Group Discussion. Suasana musyawarah diliputi semangat kekeluargaan dan profesionalisme tinggi, di mana setiap perwakilan kampus memberikan aspirasi konstruktif demi kemajuan bersama. Kepemimpinan Dr. H. Moh. Harun Al Rosid, M.Pd.I. yang didukung oleh jajaran pengurus harian lainnya langsung disambut antusias oleh para peserta yang hadir. Formasi kepengurusan yang merangkul perwakilan dari Banyuwangi, Probolinggo, Malang, hingga Kediri ini mencerminkan keharmonisan dan solidaritas antar-lembaga pendidikan Islam di bawah naungan Kopertais Wilayah IV Jawa Timur.
Potret pengurus FPMPI 2026-2030, bersama peserta temu tahunan 2026
Melalui arah kepemimpinan baru ini, FPMPI Kopertais Wilayah IV Jawa Timur berkomitmen untuk segera menyusun langkah-langkah strategis dan program kerja jangka pendek maupun jangka panjang. Fokus utama yang akan segera direalisasikan meliputi standarisasi tata kelola prodi MPI, penguatan jaringan kemitraan antar-lembaga, serta pelaksanaan konsolidasi berkala guna memantau perkembangan mutu pendidikan Islam di seluruh perguruan tinggi anggota. Kehadiran nakhoda baru ini diharapkan tidak hanya membawa angin segar bagi penguatan internal organisasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam mencetak lulusan Manajemen Pendidikan Islam yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.

.jpeg)