BANYUWANGI – Revitalisasi program studi di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) yang berada di bawah koordinasi Kopertais Wilayah IV Jawa Timur dilaksanakan pada hari Kamis (08/10/2026) bertempat di GreenSA Sidoarjo. Acara ini dibuka oleh Wakil Koordinator Kopertais Wilayah IV Jawa Timur Dr. KH. Ilhamullah Sumarkan, M.Ag., dan Tim Ahli Kopertais Wilayah IV Jawa Timur Dr. Arif Mansyuri, M.Pd., M.Fil., dan Ahmad Fauzi, M.Pd. Hadir dalam acara tersebut utusan dari Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Banyuwangi yaitu Ketua Prodi S2 Manajemen Pendidikan Islam (MPI) sekaligus Ketua Forum Prodi MPI Kopertais IV Jawa Timur Dr. H. Moh. Harun Al Rosid, M.Pd.I, Ketua Prodi S2 Ekonomi Syariah Dr. Nur Anim Jauhariyah, S.Pd., M.Si., Ketua Prodi S1 Tadris Bahasa Indonesia Ali Manshur, M.Pd., dan Ketua Prodi S1 Tadris IPA Aminatur Rosyidah, M.Pd.
Dalam sambutannya, Dr. KH. Ilhamullah Sumarkan, M.Ag., menyampaikan bahwa setiap program studi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan masyarakat, serta kebijakan pendidikan tinggi, tanpa meninggalkan karakter keislaman sebagai identitas utama PTKIS. Revitalisasi tidak cukup dilakukan melalui penyesuaian administratif, tetapi harus diwujudkan dalam penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi dosen, pengembangan tata kelola, penguatan kerja sama, serta peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan pimpinan perguruan tinggi, pengelola program studi, forum pimpinan, dan asosiasi program studi dapat bersinergi merumuskan rekomendasi serta langkah konkret untuk mewujudkan program studi PTKIS yang unggul, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.
“Revitalisasi program studi
merupakan kebutuhan strategis bagi PTKIS di lingkungan Kopertais Wilayah IV
Jawa Timur untuk meningkatkan mutu akademik dan daya saing perguruan tinggi.
Setiap program studi harus memiliki kekhasan keilmuan, relevansi dengan kebutuhan
masyarakat dan dunia kerja, serta didukung evaluasi berkelanjutan terhadap
kurikulum, sumber daya manusia, dan tata kelola. Kami berharap forum pimpinan
perguruan tinggi dan asosiasi program studi berperan aktif dalam menyusun
rekomendasi serta membangun kolaborasi untuk memperkuat kualitas program studi.
Revitalisasi ini harus menjadi momentum pembenahan menyeluruh agar PTKIS di
Kopertais IV Jawa Timur semakin unggul, adaptif terhadap perubahan zaman, dan
tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.” Ujar beliau.
Dr. H. Moh. Harun Al Rosid, M.Pd.I., selaku Ketua Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (S2 MPI) Universitas KH. Mukhtar Syafaat Blokagung Banyuwangi (UIMSYA) sekaligus Ketua Forum Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (FPMPI) Jawa Timur, memimpin sidang komisi bidang Akreditasi dan Penjaminan Mutu memberikan sejumlah rekomendasi strategis untuk mendukung revitalisasi program studi. Menurutnya, revitalisasi tidak cukup hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi dan instrumen akreditasi, tetapi harus diarahkan pada transformasi tata kelola, penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penciptaan lulusan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
“Revitalisasi program studi harus menjadi gerakan bersama
untuk membangun program studi yang bermutu, adaptif, inovatif, dan berdaya
saing. Akreditasi merupakan instrumen penting, tetapi tujuan utamanya adalah
memastikan bahwa proses pendidikan benar-benar menghasilkan lulusan yang
kompeten, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan zaman,” menjadi pesan
utama dalam gagasan revitalisasi tersebut.
Lebih lanjut, Harun
merekomendasikan agar FORPIM memperkuat koordinasi dan konsolidasi pimpinan
perguruan tinggi dalam menyusun kebijakan pengembangan program studi yang
berbasis kebutuhan dan potensi institusi. Forum tersebut diharapkan dapat
menjadi ruang berbagi praktik baik, pemecahan masalah bersama, serta penguatan
komitmen pimpinan dalam menyediakan dukungan kebijakan, anggaran, fasilitas
pembelajaran, dan pengembangan dosen.
Sementara itu, Kopertais Wilayah IV Jawa Timur diharapkan terus memperkuat fungsi pembinaan, pendampingan, dan fasilitasi peningkatan mutu program studi. Pendampingan dapat diarahkan pada pemetaan kondisi program studi, penguatan sistem penjaminan mutu internal, kesiapan akreditasi, pengembangan tata kelola berbasis data, serta penyusunan peta jalan pengembangan program studi sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi. Dengan pendekatan tersebut, pembinaan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar, tetapi juga pada peningkatan kinerja dan keberlanjutan program studi.
Adapun asosiasi program studi, termasuk FPMPI, memiliki peran penting dalam membangun kolaborasi akademik lintas perguruan tinggi. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman, penyelenggaraan lokakarya dan pelatihan, peningkatan kompetensi dosen, kolaborasi penelitian dan publikasi ilmiah, pertukaran praktik baik, serta penguatan jejaring kerja sama nasional maupun internasional. Asosiasi juga diharapkan mampu menjadi mitra strategis dalam merumuskan standar pengembangan keilmuan dan profil lulusan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
(Potret Seluruh Peserta Utusan UIMSYA Banyuwangi, dari kiri: Dr. H. Moh. Harun Al Rosid, M.Pd.I, Dr. Nur Anim Jauhariyah, S.Pd., M.Si., Ali Manshur, M.Pd., dan Aminatur Rosyidah, M.Pd.)
Melalui sinergi antara FORPIM, Kopertais Wilayah IV Jawa Timur, dan asosiasi program studi, revitalisasi diharapkan menjadi agenda kolektif yang berorientasi pada hasil dan keberlanjutan. Kolaborasi tersebut penting agar setiap program studi tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling mendukung dalam meningkatkan mutu, memperluas jejaring akademik, dan memperkuat posisi PTKIS dalam menghadapi persaingan pendidikan tinggi yang semakin dinamis. Revitalisasi program studi pada akhirnya merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan perguruan tinggi Islam. Dengan kepemimpinan yang visioner, tata kelola yang akuntabel, sumber daya manusia yang profesional, serta kolaborasi yang kuat, program studi di lingkungan Kopertais Wilayah IV Jawa Timur diharapkan semakin berkualitas, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.



